Menjaga Pikiran yang Senantiasa Disibukan dengan Perkara Akhirat

Jakarta, Aktual.com – Dalam Kajian Tasawuf Kitab Al-Anwaru Al-Qudsiyah Syarh Al-Wasiyah As-Shiddiqiyah, di Zawiyah Arraudhah Tebet Selasa 25 Juni 2019 / 21 Syawal 1440, Syekh Muhammad Danial Nafis hafizhahullah menjelaskan bahwa diantara ciri ilmu yang bermanfaat (علم نافع) adalah pikiran yang senantiasa disibukkan dengan perkara-perkara akhirat.

Jikalau orang tersebut tidak memandang dunia ini kecuali sebatas hamparan ladang tempat dirinya bercocok tanam amal kebaikan yang setiap hasilnya akan ia tuai di akhirat kelak.

Selain itu Syekh Nafis menjelaskan, jika pikiran kita harus senantiasa disibukkan dengan akhirat yang kekal dan janji-janji Allah Swt yang pasti, sehingga cinta kepada Allah Swt semakin tumbuh di dalam sanubari di iringi dengan buah-buah ketaatan yang tulus kepada-Nya.

Dan ini akan menjadikan kita rela meninggalkan segala kenikmatan dunia yang fana ini, dan kita tidak akan mencicipi kelezatan-kelezatannya yang sementara kecuali atas tuntutan ibadah dan rasa Syukur kepada Allah Swt

Bahkan menurut Syekh, salah satunya tafakkur yang harus disertai dengan Dzikir dan Ilmu yang benar agar dapat menumbuhkan rasa cemas dan harap (الخوف و الرجاء) kepada Allah yang berkaitan erat dengan maqom kecintaan (المحبة) .

“Seseorang yang hatinya dipenuhi mahabbah kepada Allah Swt, baginya tidak akan ada perbedaan antara nikmat dan musibah, antara emas dan tanah, karena ia hanya memandang Sang Pemberi anugerah itu sendiri yakni Allah Swt,” katanya.